Siapa Dia

Senin, 14 Februari 2022

AKHIRAT : A LOVE STORY

Hai! Been two years after last post, by the way, hehe.

Awal tahun ini gue diberikan waktu rehat sama Allah alias diberi sakit. Yep, i got Covid-19. Hari ini adalah hari ke 4 karantina. Gue karantina di rumah. Gue tidak menulari suami, anak, dan keluarga gue yang lain. Gue juga sepertinya tidak menulari rekan kerja gue karena sampai saat ini yang pernah kontak dengan gue sehat walafiat. Alhamdulillah juga gue diberikan gejala ringan : tenggorokan agak sakit, badan terasa ngilu dan pegal-pegal, dan gejala flu. For now, i'm stable and getting better. Cuma merasa agak serak sedikit alias tenggorokan kering. Mungkin karena kurang minum. Tapi i feel much better than before. Thank you for asking, guys! (siapa yang peduli, Ras?)

Selama karantina gue banyak melakukan sesuatu. Nope, gue banyak nonton film maksudnya. Tontonan gue yang pertama adalah serial Money Heist. Gue cuma nonton sampai Part 2 Episode 9 kalau tidak salah. Pokoknya sampai perampokan pertama selesai because sorry i'm not series type-viewer. Setelah itu gue nonton Penyalin Cahaya, Akhirat : A Love Story, dan saat ini yang sedang gue tonton sambil menulis post ini adalah Don't Look Up. Nah, yang akan gue review sekarang adalah Akhirat : A Love Story.


Sumber : Google

Kenapa review Akhirat : A Love Story? Sederhana, hari ini adalah Valentine's Day. Gue dan suami tidak merayakan tapi gue memang suka sama film genre romantis. Lagipula tidak ada salahnya nonton film bucin di tanggal 14 Februari, kan? So, here we go.

Akhirat : A Love Story dimainkan oleh Della Dartyan sebagai Mentari dan Adipati Dolken sebagai Timur. Film ini menceritakan tentang kisah asmara Mentari dan Timur yang keduanya memiliki perbedaan latar belakang keluarga dan agama. Singkat cerita, mereka berdua kecelakaan dan dari situ ceritanya menarik. Kisah cinta diantara dua dunia. Yep, mereka dalam keadaan kritis alias koma.


Timur dan Mentari

Di depan Bioskop, mereka telat beli tiket

Gue sangat suka dengan skenarionya. Para karakter tidak banyak bicara untuk menunjukkan karakternya, percakapan singkat dengan penuh maksud dibelakangnya yang membuat gue banyak menebak arah ceritanya kemana, konfliknya sangat dekat, kisah cinta yang manis, dan nggak banyak physical touch which is itu jarang gue liat di film genre romantis. Gue nontonnya nyaman, enak, dan senang. Film ini juga ada komedinya yang menurut gue sangat proporsional sesuai porsinya, bukan yang sok lucu, tidak maksa gue buat ketawa tapi bikin gue tersenyum. I love this movie.

Akhirat : A Love Story gue beri nilai 8,5/10. Di IMDb film ini dapat nilai 7,0/10. Gue rekomendasikan jadi film Valentine's Day kalian ya. Cocok ditonton bersama pasangan atau keluarga. Film yang bisa mengerti perasaan pasangan yang kasmaran, pasangan yang lagi ada masalah, orangtua yang punya anak single atau belum mau nikah, dan para single yang lagi cari keseriusan dalam sebuah hubungan.

Gue lanjut nonton dulu ya. Thank me later!

Sabtu, 18 Januari 2020

Twivortiare



Tadi malam gue tidur lebih awal lalu bangun sekitar jam 2 karena lapar. Mas Singgih yang ternyata baru tidur setelah ngerjain sesuatu, gue bangunin. Mau masak nasi dulu kok rasanya mager. Eh, Mas Singgih kasih ide buat beli makan di Gofood aja. Cuma fast food, nasi goreng, dan martabak aja yang masih buka jam segitu. Mas Singgih yang emang anaknya lebih sehat dari gue, nyaranin coba cari makanan yang lebih sehat. Gue cari deh ada makanan selain dua makanan itu sambil dalam hati bilang healthy food gue rasa nggak ada yang buka jam 2 pagi ya sayang, hehe. Beberapa menit scrolling dan searching, tetap gue nggak nemu makanan lain. Akhirnya, gue pilih nasi goreng ikan teri medan. Tiga puluh menit kemudian makanan gue sampai. Nasi goreng gue santap, Mas Singgih lanjut tidur.

Harusnya gue ngantuk setelah makan, ini malah sama sekali nggak. Daripada tidur, gue nonton film aja. Gue bukalah Netflix di Ipad. Gue lagi nggak mau film yang terlalu mikir, jadi gue cari film genre drama Indonesia. Terpilihlah Twivortiare. Gue pilih Twivortiare karena gue inget pernah lihat teman gue, Lia pernah baca novelnya. Sampul novelnya lucu banget seperti resep obat. Dulu nggak sempat baca novelnya, jadi sekarang mari disempatkan nonton filmnya.


Image result for twivortiare film


Twivortiare (2019) bercerita tentang kehidupan percintaan dan rumah tangga antara seorang dokter Beno (Reza Rahadian) dan seorang banker Alexandra (Raihaanun). Diceritakan diawal film mereka mereka memutuskan bercerai. Padahal awal pertemuan mereka sangat manis. Setelah dua tahun dari berselang, Alexandra berusaha move on dari Beno dengan menjalin hubungan  dengan Denny (Denny Sumargo) namun tidak bagi Beno yang masih mengharapkan menjalin hubungan kembali dengan Alexandra. Alexandra yang tidak bisa menyembunyikan perasaannya yang masih cinta dengan Beno, akhirnya melepaskan Denny dan setuju menikah kembali dengan Beno. Dari sana cerita dramanya bergulir.

Nonton film ini mengingatkan gue dengan salah satu film Netflix pertama yang gue tonton, Marriage Story (2019). Kedua pasangan di film tersebut sama-sama digambarkan menjadi pasangan ideal untuk satu sama lain dan dianggap pasangan sempurna. Bagi yang sudah nonton film tersebut, Twivortiare punya soul dan masalah yang sama dengan level kronis yang berbeda. Di Twivortiare akhirnya bahagia tapi kalau Marriage Story akhirnya menyedihkan. Anyway, gue sangat sangat sangat menikmati adegan Beno dan Alexandra berantem sepanjang film karena hal-hal yang jadi pencetus pertengkaran mereka adalah hal yang sebenarnya sederhana (tapi kalau ditanggapi negatif bisa jadi malapetaka) dan sering terjadi dan ditemui di kehidupan nyata sehari-hari.

Chemistry dari Reza Rahardian dan Raihaanun bisa gue katakan cukup baik. Sebelum gue nulis ini, gue sempat membaca sebuah artikel tentang Twivortiare yang menyebutkan chemistry Reza Rahardian dengan Adinia Wirasti di Critical Eleven masih lebih baik dibanding dengan Raihaanun. Gue nggak bisa bilang mana yang lebih baik ya karena gue belum nonton Critical Eleven (2017). Tapi gue bisa membandingkan antara chemistry Reza Rahardian - Raihaanun dengan Reza Rahardian - Acha Septriasa di film Test Pack (2012). Jujur, gue lebih suka chemistry Reza Rahardian dengan Acha Septriasa. Lebih tersentuh aja gitu.

Image result for twivortiare film
Alex dan Beno
Image result for twivortiare film scene bertengkar
Saat Alex dan Beno mau menikah untuk kedua kalinya
Image result for twivortiare film beno dan alex
Pas adegan ini sweet banget sih, hehe.
Image result for twivortiare film beno dan alex
Denny dan Alex
Buat gue yang baru membina rumah tangga, gue dapet beberapa pelajaran dari Twivortiare. Berumah tangga itu bukan hal yang mudah tapi juga bukan hal yang sulit untuk dijalanin. Bagaimana komunikasi dua arah dari pasangan itu sangat penting, waktu yang harus diluangkan buat keluarga, keterbukaan, kejujuran, menjaga komitmen untuk terus belajar dan memahami satu sama lain, dan selalu mencari jalan keluar dari segala masalah yang ada sama-sama. Cuma karena kita nggak makan bekal yang disiapin pasangan kita aja bisa jadi berantem. Jadi, saling menghargai juga jadi hal nggak kalah penting dalam menjaga hubungan. 

Oh iya, seperti diawal gue katakan gue belum pernah baca novelnya jadi gue nggak bisa komentar terkait bagaimana Twivortiare versi film mengimplementasikan Twivortiare versi novel. Jadi, bagi yang sudah nonton dan baca, bisa kasihtau gue bagaimana hasil penilaianan kalian. Score IMDb untuk film ini adalah 5,7/10. Kalau dari gue 8/10 tanpa baca novel. Eh, cuaca di Jakarta hari ini lagi mendung. Coba deh nonton Twivortiare kalau emang ada yang punya hubungan kondisinya juga lagi sama. Kali aja dapet inspirasi dari sana cara baikannya gimana. Pokoknya, jangan pernah menyerah sama pasangan masing-masang ya.

Jumat, 17 Januari 2020

Sebelum Iblis Menjemput

Halo.
Akhirnya gue buka lagi blog gue setelah sekian lama. Alasan gue buka lagi karena suami gue, Mas Singgih yang cerewet minta gue teruskan hobi menonton dan menulis. Oh iya, gue sudah menikah Juli 2019 lalu dengan beliau. Saat ini gue masuk minggu ke 24 kehamilan. Alhamdulillah, mohon doanya supaya si bayi dalam kandungan dan gue selalu diberi kesehatan dan keselamatan sampai hari kelahiran si bayi, aamiin. Well, setelah buka blog gue ternyata ada draft yang belum di post tentang film yang gue tonton bareng sama Mas Singgih saat masih pacaran tapi lupa di mall mana, hehe. Nah sekarang gue akan selesaikan apa yang belum sempat diselesaikan. Semoga mau baca ya.

---------------

Kayaknya sudah lama gue nggak ngerasa takut setelah nonton film horror di bioskop sampai nggak berani tidur sendiri. Iya, setelah nonton film Sebelum Iblis Menjemput gue takut tidur sendiri.

Image result for sebelum iblis menjemput

Memang sudah lama gue berniat menonton Sebelum Iblis menjemput di bioskop sejak gue lihat post instagram sutradara favorit gue, Timo Tjahjanto lagi syuting film ini. Setelah nonton filmnya yang berjudul Rumah Dara/Macabre (2009), film dari Timo jadi film yang gue tunggu-tunggu. Film bioskopnya yang kedua, The Killers (2014), hasil kolaborasinya dengan Daniel Mananta sebagai produser, nggak sempat gue tonton di bioskop. Agak menyesal sih. Kalau boleh mundurin waktu, lebih pilih nonton di bioskop aja daripada via streaming. That movie so "juicy"!

Sebelum Iblis Menjemput atau judul luar negerinya The Night Comes For Us, adalah film ketujuh Timo Tjahjanto. Cerita ini diawali dengan kematian tak wajar pengusaha sukses Lesmana (Ray Sahetapy). Laksmi (Karina Suwandhi), model lawas yang merupakan istri kedua Lesmana, beserta anak-anak mereka Maya (Pevita Pearce) dan Ruben (Samo Rafael) pergi ke rumah lama Lesmana untuk mencari sertifikat rumah tersebut. Mereka nggak tahu kalau anak tunggal dari pernikahan pertama Lesmana, Alfie (Chelsea Islan) juga datang kesana untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Ayah dan Ibunya. Dari sanalah cerita bergulir. Rahasia demi rahasia terbongkar dan banyak peristiwa aneh lainnya yang menimpa mereka.

Image result for sebelum iblis menjemput
Maya diperankan Pevita Pearce
Image result for sebelum iblis menjemput
Alfie diperankan Chelsea Islan
Selain karena si hantunya yang membuat gue takut, gue dibuat ngeri juga dengan adegan pesugihannya. Gue jadi ingat saat Lesmana mau meninggal di rumah sakit, kondisinya dibuat sangat "ilmu hitam", sangat "iblis". Set lokasi dibuat berdarah-darah dan berlumpur tapi bukan yang berlebihan dan terlihat palsu. Pevita Pearce dan Chelsea Islan nggak dibuat cantik saat darah dan lumpur ada di wajah mereka. Chelsea Islan yang berperan menjadi anak tunggal terlantar yang marah dengan Bapaknya bisa gue katakan cukup baik karena dalam beberapa adegan gue masih melihat kekakuan dari Chelsea Islan. Oh iya, kalau nggak salah dari yang gue baca Karina Suwandhi nggak pakai pemeran pengganti saat adegan kerasukannya, lho.

Image result for sebelum iblis menjemput
Lesmana meminta bantuan kepada Iblis

Image result for sebelum iblis menjemput
Laksmi saat kerasukan
At the end, jujur, ekspektasi gue sesuai dengan filmnya. Sudah tiga film Timo yang gue tonton dan ketiganya nggak ada yang mengecewakan. Salah satu film horor berkualitas dengan dibuktikannya berbagai macam nominasi dan penghargaan dari dalam dan luar negeri. Score IMDb 5,9/10 dan 83% dari Rotten Tomattoes. Bulan februari 2020 film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 akan tayang di bioskop. Sayangnya, bisa dipastikan gue nggak akan nonton film ini di bioskop karena masuk usia kandungan diatas 24 minggu, nggak baik memperdengarkan suara yang terlalu keras buat si bayi didalam perut. Tapi buat kalian, silahkan siap-siap cari teman nonton ya.